Kamis, 17 Maret 2016



Belum lama ini, saat konser JKT48 Req Hour best 30, fans JKT48 dikejutkan oleh pengumuman rencana graduatenya Haruka Nakagawa (team T) di akhir tahun.
Dan lagi-lagi, dalam waktu seminggu, kejutan member mengumukan graduate terjadi. Dimulai dari Elaine Hartanto dan Sofia Meifaliani dari team J, berlanjut dengan Chikita Ravenska Mamesah dan Martha Graciela dari team T.

Elaine mengatakan, alasan ia graduate karena ingin fokus dengan pendidikan. Begitupun dengan Sofia, Chika dan juga Grace.
Graduatenya 4 member yang sama-sama dari generasi ketiga ini, menambah daftar panjang member generasi 3 yang graduate di tahun ini. Sebelumnya, pada bulan Februari 2016, 6 member dari generasi ketiga graduate sekaligus. Yakni Nina Hamidah (team T) Indah Permatasari, Triarona Kusuma, Putri Farin Kartika, Farina Yogi Devani, dan Alycia Ferryana (trainee).

Dan dengan graduatenya nama-nama diatas, member generasi ketiga tersisa 14 orang. Mereka adalah Amanda Dwi Arista, Aninditha Rahma Cahyadi, Ayu Safira Oktaviani, Feni Fitriyanti, Fransisca Saraswati Puspa Dewi, Maria Genoveva Natalia Desy Purnamasari Gunawan, Michelle Christo Kusnadi, Nadhifa Salsabila, Ni Made Ayu Vania Aurellia, Shani Indira Natio, Shania Gracia, Stephanie Pricilla Indarto Putri, Syahfira Angela Nurhaliza, dan Yansen Indiani.

Keseluruhan generasi ketiga yang tersisa tersebut tergabung dalam team T. Dengan ditambah Haruka sebagai kapten, team T berjumlah 15 orang. Tentu jumlah ini kurang untuk menjalankan suatu setlist. Yang jadi pertanyaan, kapankah 4 member yang menyatakan grad tersebut benar-benar 'meninggalkan' JKT48?

Yang jelas, di sini team T sudah tentu kekurangan orang. Yang menarik untuk dibahas adalah, siapa yang akan mengisi slot kosong di team T? Dan siapa kelak pengganti Haruka sebagai kapten team T?

Pertama, mari kita bahas mengenai pengganti Haruka sebagai kapten team T. Setelah melakukan banyak diskusi, saya menemukan banyak fans JKT48 yang berharap, bahwa kelak kapten team T bukanlah member dari generasi ketiga itu sendiri. Pasalnya, banyak pihak beranggapan bahwa generasi ketiga akan semakin tidak menentu bila dipimpin oleh generasinya sendiri. Kebanyakan dari fans JKT48 berharap kapten team T bisa 'dicomot' dari team lain. Entah itu dari team J, atau team K3.

Sekarang, saya akan bahas mengenai siapa pengisi slot kosong di team T. Sebagian fans menginginkan adanya kembali shuffle team, dan ada pula yg menginginkan team T dirombak besar-besaran. Bahkan ada pula yang menginginkan member 'impor' dari 48Group lainnya. Namun jangan lupa, JKT48 masih punya trainee yang terdiri dari member generasi ke 4 yang berjumlah 10 orang. Mereka adalah Adriani Elisabeth, Christi, Cindy Hapsari Maharani Pujiantoro Putri, Fidly Immanda Azahra, Jinan Safa Safira, Made Devi Ranita Ningtara, Melati Putri Rahel Sesilia, Sri Lintang, Tan Zhi Hui Celine, dan terakhir Zahra Yuriva Dermawan.

Sejauh ini, member gen 4 sudah beberapa kali perform di setlist menggantikan kakak-kakaknya yang berhalangan perform. Namun, sudah pantaskah generasi ke 4 untuk diangkat masuk ke team?

Well, sepertinya handshake kali ini akan terdapat banyak pengumuman.
Dan banyak fans yang berharap pertanyaan-pertanyaan di atas akan segera terjawab, tentunya yang paling dekat adalah handshake festival yang akan berlangsung dua hari lagi.
Maka, sampai bertemu di handshake event 19 Maret 2016 ya!


Penulis.

Sabtu, 12 Maret 2016

      Liga Inggris. Liga yang sudah sangat digemari masyarakat dunia. Liga yang terkenal glamour dengan klub-klub yang ditakuti ranah Eropa, bahkan dunia. Inggris dianggap sebagai tempat kelahiran sepak bola. Anggapan ini berdasarkan bukti sejarah adanya klub sepak bola tertua di dunia (Sheffield FC), Badan Nasional pengatur sepak bola tertua di dunia (FA), tim nasional pertama, kompetisi sistem gugur nasional tertua (FA Cup), dan liga nasional tertua (The Football League). Saat ini Liga domestik Inggris, EPL, adalah salah satu liga olahraga paling populer dan terkaya di dunia dan merupakan rumah bagi beberapa klub terkenal di dunia sepak bola.
      Tapi semuanya sudah berubah sejak Chelsea menjuarai UCL & UEL pada musim 2011/2012 & 2012/2013. Klub2 EPL seperti kehilangan taringnya, bahkan kualitas mereka secara overall kalah dibanding klub2 seperti Borussia Dortmund, Bayern Munchen, atau bahkan Atletico Madrid. Ada apa dengan EPL?
      Hilangnya taji EPL perlahan mulai "tercium" sejak habisnya masa beberapa pemain lokal hebat seperti David Beckham, Gary Neville, Paul Scholes, Michael Owen, Rio Ferdinand, Ashley Cole, Joe Cole, John Terry, Frank Lampard, Steven Gerrard, Teddy Sheringham, Andy Cole, dan beberapa pemain top lokal lainnya. Media Inggris dianggap terlalu lebay dalam menyikapi beberapa pemain lokal saat ini. Seperti Raheem Sterling, John Stones, Harry Kane, dan Jamie Vardy. Sehingga pemain2 macam mereka dianggap luar biasa & akhirnya dibanderol setinggi langit.
      Mundur kembali ke beberapa pemain lokal Inggris terdahulu. Berapa harga Frank Lampard & Joe Cole ketika dibeli Chelsea dari WHU? Berapa harga David Beckham ketika didatangkan Real Madrid dari MU? Chelsea tidak perlu keluar uang banyak buat mendapatkan salah satu bek kiri terbaik di dunia kala itu, Ashley Cole. Rio Ferdinand memang berbanderol mahal saat dibeli MU dari Leeds, tapi kualitasnya juga mahal. Steven Gerrard, Gary Neville, Paul Scholes, dan John Terry bahkan "tidak berharga" karena Liverpool, Chelsea, dan MU mendidik mereka sendiri. Mereka adalah pemain murah dan tidak berharga dengan kualitas yang mahal dan bisa berbicara banyak di Eropa bahkan dunia.
      Bandingkan dengan sekarang, berapa harga Raheem Sterling ketika dibeli Mancity dr Liverpool? Berapa banderol Jamie Vardy, John Stones, dan Harry Kane seandainya mereka dijual? Banderol mereka hampir pasti lebih mahal daripada pemain sekelas Toni Kroos, Luka Modric, Paul Pogba, dan Robert Lewandowski!!
      Pemain-pemain lokal EPL saat ini bisa dibilang mahal tapi kualitas murahan karena sulit berbicara banyak di level Eropa, dibanding terdahulu yang berharga murah bahkan ada yang tidak berharga tapi kualitasnya jempolan.
      Bagaimana tanggapan kalian soal analisis ini? setuju/tidak?

Minggu, 27 September 2015




Pada tanggal 24 September 2015 lalu, ada satu trending topic yang betah 'nangkring' di TTI selama hampir 2 hari berturut-turut. Yaitu, Tut Wuri Handayani. Usut punya usut, ternyata alasan salah satu semboyan pendidikan itu berada di TTI  berasal dari sebuah kicauan member JKT48 dalam akun twitternya.

Yap, seperti yang sudah diketahui masyarakat luas. Member tersebut bernama Della Delila, member JKT48 Team K3. Member yang dikenal fans JKT48 sebagai salah satu member yang penuh dengan candaan. Dan, di tanggal 24 September itulah, Della memberi jokes kepada 400rb lebih followers twitternya di akun @Della_JKT48 menggunakan kata Tut Wuri Handayani yang (mungkin) sengaja ia salah artikan.


Bagi fans JKT48, mungkin hal itu sudah biasa, karena mereka sudah tahu karakter masing-masing member JKT48, terutama Della dalam hal ini. Namun diluar dugaan, jokes dari Della tersebut menyebar luas. Bahkan hampir seluruh portal berita online beramai-ramai membuat artikel tentang Member JKT48 yang salah mengartikan Tut Wuri Handayani. Bahkan kalangan selebriti maupun politisi dan negarawan tak lupa mengomentari. Hingga puncaknya, berita ini masuk ke sebuah acara infotainment di salah satu stasiun TV swasta. Saya yakin, Della pun mungkin tidak akan menyangka akan mendapat respon sebesar ini.
 


Tak lama kemudian, Della menghapus tweet nya yang menjadi masalah tersebut. Namun keributan masyarakat akan hal ini masih berlanjut hingga artikel ini ditulis. Ada yang membela, ada yang terang-terangan membully dan menyalahkan, bahkan ada yang berterimakasih. Berterimakasih untuk apakah?

Karena secara tidak langsung, berkat tweet Della tadi masyarakat yang awalnya sudah lupa atau bahkan tidak tahu, seakan dipaksa untuk kembali mengingat apa arti sebenarnya dari Tut Wuri Handayani. Saya yakin, dari banyaknya orang yang membully Della, mereka pasti lebih dahulu mencari tahu arti Tut Wuri Handayani yang sebenarnya. Ini dibuktikan oleh data searching untuk keyword 'Tut Wuri Handayani' yang tiba-tiba membludak.


Intinya, jika kita menemukan suatu kesalahan, lantas ambilah sisi positif dari kesalahan tersebut. Seperti kata salah satu member JKT48 Team K3, yaitu Ratu Vienny Fitrilya (@Viny_JKT48) yang dalam salah satu tweetnya mengatakan "dari yang salah, mengingatkan yang lupa". Dari suatu kesalahan, mengingatkan kembali yang sudah lupa atau bahkan tidak tahu. Benar, bukan? :)








Sabtu, 19 September 2015




Seperti yg telah kita ketahui beberapa waktu lalu, bahwa 2 akun twitter  member JKT48 telah berhasil ditembus hacker. Kedua member tersebut sama-sama berasal dari team J. Mereka adalah Gabriela Margareth Warouw (@gabyJKT48) dan Frieska Anastasia Laksani (@frieskaJKT48).

Pada awalnya, kedua member ini sama-sama mengeluhkan tentang akun twitter mereka yang tidak bisa digunakan/error. Mereka masing-masing memberitahukan keadaan tersebut lewat tweet dari akun member JKT48 Lainnya. Jika Gaby sering 'numpang' ngetweet di beberapa akun member team J, Frieska memilih untuk meminjam akun twitter kakaknya, Melody Nurramdhani Laksani (@melodyJKT48).

Lalu secara mengejutkan, tiba-tiba saja kedua akun member tadi itu memfollback masal para followersnya. Bahkan akun pribadi saya pun sempat kecipratan follback dari akun twitter Frieska (lumayan sempat ada ss difollback mantan oshi:D) . Dan sebelum akhirnya akun Frieska di non aktifkan, saya sempat melihat jumlah following Frieska yang mencapai 900. Dan juga sempat terlihat akun Frieska yang mengirim tweet berisi sederetan angka dan huruf beserta link yang mengarah ke situs jkt48.com/manager. Disusul dengan sejumlah tweet berbahasa latin yang huruf-hurufnya pun tak bisa saya baca. Hingga akhirnya akun dengan username @frieskaJKT48 tersebut di non aktifkan.

Lain cerita dengan akun twitter milik Gaby. Meski pada awalnya akun Gaby juga sama seperti Frieska, yakni mengirim sederetan tweet berisi angka dan huruf yang tak bisa saya mengerti, namun tak lama kemudian sempat ada tweet dari akun Gaby yang bertuliskan "Sebentar ya, webmailnya sedang diperbaiki!" (Sayangnya saya gak sempat nge capture tweet tersebut)
Fans yang melihat tweet tersebut mengira itu adalah JOT. Dan mereka menaruh harapan besar agar twitter sang idola segera diperbaiki. Namun bukannya membaik, akhirnya akun twitter Gaby harus kehilangan verifiednya karena sempat berganti username menjadi @OulenKhan. Hingga terakhir, saya lihat akun tersebut kembali menjadi @gabyJKT48 namun memuat foto-foto Jennifer Hanna, member team K3 (seperti di gambar).

Pasca di hack, tak ada kabar dari kedua member tersebut. Meski keduanya masih aktif mengikuti kegiatan theater maupun event-event lainnya. Hingga akhirnya, Frieska mengirim post di akun Google+ nya dan mengatakan bahwa akun twitternya sedang diperbaiki.

Yang jadi pertanyaan saya, apa nama user yang akan dipakai untuk akun Frieska dan Gaby? Mengingat user @gabyJKT48 dan @frieskaJKT48 sudah ada yang menggunakan. Opsi yang paling mungkin adalah @Gaby_JKT48 dan @Frieska_JKT48. Tapi username tersebut justru akan seperti user milik member generasi kedua yaitu nama_JKT48. Well, kita nantikan saja kabar selanjutnya dari JOT mengenai akun member-member tadi. Dan semoga tidak ada lagi member yang menjadi korban hacker.

Selasa, 25 Agustus 2015

Start buruk Chelsea musim ini tidak lepas dari buruknya performa lini belakang Chelsea, lini belakang Chelsea yang dikomandoi John Terry musim ini seakan - akan menjadi santapan lezat bagi striker2 lawan Chelsea setidaknya di 3 pertandingan pertama BPL musim ini.

Jika kalian menyaksikan 3 pertandingan pertama Chelsea di BPL musim ini, sektor sebelah kanan lini pertahanan Chelsea selalu menjadi bulan - bulanan pemain sayap lawan untuk memberi umpan kepada striker mereka.

Disisi sebelah kanan lini pertahanan Chelsea berdiri bek tangguh bernama Branislav Ivanovic, bek berusia 31 tahun tersebut musim lalu sangat tangguh untuk menghalau serangan lawan, bahkan tak jarang Ivanovic overlap kedepan untuk membantu penyerangan atau bahkan mencetak gol - gol penting Chelsea musim lalu.

Ya itu musim lalu, musim ini sempat digadang - gadang menjadi bek yang bertambah tangguh, posisi Ivanovic justru menjadi sektor terlemah lini belakang Chelsea sejauh ini, tercatat 6 dari 7 gol lawan yang masuk ke gawang Chelsea berawal dari sektor yang biasa diisi Ivanovic atau bahkan kesalahan mendasar Ivanovic sendiri.

Peforma Ivanovic musim ini sangat beda 360° dari peforma Ivanovic musim lalu, Ivanovic di musim ini selalu kalah lari dari pemain sayap lawan, Ivanovic musim ini selalu lambat untuk menutup ruang, dan Ivanovic musim ini selalu salah membaca serangan lawan yang berakibat terjadi 6 gol yang bersarang di gawang Chelsea yang dijaga Thibaut Courtois atau Asmir Begovic.

Berikut 6 kesalahan Ivanovic yang berbuah gol ke gawang Chelsea:


1. Gol pertama Swansea (Chelsea 2 - 2 Swansea)

Terlihat dari tayangan ulang gol Andrew Ayew saat Swansea mampu menahan seri Chelsea adalah kesalahan yang berawal dari Ivanovic yang gagal menghadang pemain Swansea melakukan umpan lambung, bola hasil umpan tersebut langsung ditanduk Gomis, meskipun bola berhasil diblock Courtois, bola rebound yang jatuh ke kaki Ayew dengan mudah menceploskan bola ke gawang Courtois.


2. Insiden kartu merah Courtois & Gol pinalty dari Gomis (Chelsea 2 - 2 Swansea)

Terlihat difoto kesalahan Ivanovic yaitu tidak melihat & tidak mengikuti lari dari Gomis, alhasil Gomis yang sudah sendirian harus dijatuhkan Courtois yang berakibat kartu merah buat dia. Bukan hanya itu, Swansea juga mendapatkan tendangan pinalty yang berhasil dieksekusi dengan baik oleh Gomis.


3. Gol kedua Manchester City oleh Vincent Kompany (Man City 3 - 0 Chelsea)

Gol kedua Man City ini adalah yang menghancurkan mental bermain Chelsea, karena sebelum gol ini terjadi Chelsea yang memegang kendali permainan dan sempat menciptakan peluang emas melalui kaki Hazard.

Proses gol ini cukup simple, Ivanovic yang bertugas me-marking Kompany saat sepak pojok justru dengan mudah didorong2 kompany. Tidak hanya itu, Ivanovic juga kalah dalam loncatan dengan Kompany dan bola tandukan Kompany berjalan mulus masuk ke gawang yang saat itu di jaga Asmir Begovic.


4. Gol ketiga Man City dari Fernandinho (Man City 3 - 0 Chelsea)

Proses gol ketiga Man City ini adalah mutlak kesalahan Ivanovic, Chelsea yang saat itu kena serangan balik oleh Man City berhasil digagalkan lini belakang Chelsea, namun operan Fabregas ke Ivanovic justru sempat ditahan Ivanovic, mungkin Ivanovic bingung mau mengoper bola ke siapa, dan saat sudah mengetahui boleh mau dioper ke siapa, justru bola berhasil direbut Silva yang langsung mengoper bola ke Fernandinho. Tanpa ampun Fernandinho menendang bola dengan sangat keras dan berhasil masuk ke gawang Chelsea.


5. Gol kelima & keenam WBA oleh Morison (WBA 2 - 3 Chelsea)

Kesalahan Ivanovic sama kayak gol pertama Swansea, jadi gak perlu dijelasin lah ya, tangan gw pegel bor.


Melihat kesalahan - kesalahan Ivanovic diatas, nampaknya Mourinho harus memberi porsi latihan lebih untuk Ivanovic, karena jika dibiarkan Chelsea hanya bisa bermimpi kalau ingin mempertahankan gelar juara BPL atau bahkan menjuarai UCL.

Masuknya Baba Rahman bisa menjadi opsi memperkuat lini belakang Chelsea, caranya dengan menarik Azpilicueta ke posisi aslinya yaitu bek kanan dan mencadangkan Ivanovic jika performanya tidak berubah, posisi Azpilicueta bisa diisi oleh Baba Rahman yang masih muda & punya kecepatan.

Jika Ivanovic tidak merubah performanya, saya yakin nasib dia akan sama dengan Ashley Cole pada musim 2013/2014. Performa Cole pada saat itu memburuk ditengah kompetisi, alhasil dia dicadangkan Mourinho sampai akhir musim dan hengkang ke AS Roma.



rizkienug

Rabu, 12 Agustus 2015


Karawang, 12 Agustus 2015.



Jika di artikel pertama saya kemarin bahas mengenai ava member k3.. kali ini saya juga bakal bahas lagi salah satu member k3 lagi. Atau.. haruskah saya sebut mantan member k3?

Ya.. siapa lagi kalau bukan Thalia, atau yang akrab disapa Tata. Sejak bulan Juni, sudah beredar luas kabar bahwa beliau akan graduate dikarenakan sudah jarang muncul di social media. Tweet terakhirnya pun tanggal 26 Juni 2015. Setelah itu, beliau menghilang dari akun official. Dan.. akhirnya muncul dengan akun baru sekaligus memberi tahu kepada khalayak bahwa ia sudah mempunyai seorang kekasih. Tapi disini, saya gak akan bahas hal itu. Mari kita bahas hal lain dari Tata.

Perihal handshake. Yang hanya tinggal menghitung hari. Menghilangnya Tata dari kegiatan JKT48 sudah jauh-jauh hari, namun hingga saat ini baik pihak JOT maupun Tata sendiri belum beri kepastian apakah yang bersangkutan akan datang pada event handshake atau tidak. Karena hingga artikel ini ditulis, nama Tata masih tertera dalam time table handshake.




Jika JOT masih menyertakan Tata dalam event hs, itu berarti Tata harus siap mental. Tapi jika Tata sudah bersikeras lepas dari JKT48, itu artinya JOT harus siap rugi besar. Karena Tata merupakan salah satu member yang memiliki banyak sesi. (Silahkan hitung sendiri berapa kerugian JOT). Dan sejujurnya, yg jadi pertanyaan saya, jika memang Tata tidak akan mengikuti event hs, kenapa nama Tata masih ada dalam time table dan belum diumumkan melalui web official?

JOT masih beruntung, Novinta Dhini atau yang akrab disapa Nobi, masih bersedia untuk berpamitan pada fansnya di event hs jelang graduatenya. Tapi, masalah untuk JOT belum selesai. Berpotensi rugi dari Tata, ada berita mengejutkan yg saya yakin membuat mangement keuangan JOT kalang kabut. Ya, apa lagi kalo bukan berita soal tweet Andela Yuwono yang menyatakan sudah bukan member JKT48 lagi. Masalahnya, Andela bukan hanya berpotensi merugikan JOT dari begitu banyak sesi yang dimiliki di event hs dimana dari 5 sesi Andela, 2 sesi diantaranya sudah habis terjual, namun juga karena Andela merupakan salah satu sosok berpengaruh di team T. Oke, mungkin cukup sampai disini saja kita bahas Andela. Next artikel mari bahas Andela dengan negosiasinya bersama JOT..




So, bagaimana keputusan Tata maupun JOT perihal handshake event? Silahkan cari jawabannya dengan hadir ke Balai Sudirman, 17 Agustus 2015. See you there!











Song Rae Kyung

Rabu, 05 Agustus 2015

Tahun 2003, seorang miliarder Rusia, Roman Abramovich, membeli Chelsea Football Club di Inggris. Akuisisi ini mengubah strategi pemasaran dari permainan serta kemampuan untuk membeli pemain. Salah satu orang terkaya di Britania Raya tersebut dikenal memiliki wajah yang slow, namun tak kenal "ampun", karena dia adalah pribadi yang sangat ambisius. Dia bersedia mengeluarkan banyak uang demi Chelsea, tetapi yang dia minta hanya satu, yaitu trofi di setiap musimnya.

Pelatih pertama Chelsea di era "Roman Emperor" adalah pelatih kondang asal Italia, Claudio Ranieri di musim 2003/04. Ranieri yang tidak berprestasi di Chelsea, langsung dipecat Roman di akhir musim dan digantikan pelatih yang sangat sukses di FC Porto, Jose Mourinho. Gelontoran uang didukung juru taktik "The Special One", julukan Mourinho, mampu memberikan prestasi di 3 musim awal Mourinho. Petaka Mourinho datang di musim 2007/2008. Perseteruan Jose Mourinho dengan bos Roman membuat Jose harus lengser dari jabatannya dan digantikan pelatih asal Israel, Avram Grant.

Kiprah Avram Grant bisa dibilang tidak buruk. Sang pelatih mampu menjadikan Chelsea runner-up di 3 ajang, yaitu: EPL, Carling Cup (sekarang bernama Capital One Cup), UCL. Masuk final UCL menjadi prestasi terhebat klub di Eropa kala itu. Namun bagi Roman, runner-up berarti tidak juara, dan tidak ada trofi. Tanpa ampun, big boss memecat Avram Grant yang hanya setengah musim menjabat dan menggantikannya dengan pelatih asal Brazil, Luiz Felipe Scolari tahun 2008.

Roman Abramovich yang makin tidak sabaran, memecat Scolari di pertengahan musim 2008/09 karena beberapa hasil buruk Chelsea. Jadinya, pelatih yang sukses membawa timnas Brazil juara PD 2002 tersebut hanya separuh musim di Chelsea. dan posisinya digantikan pelatih asal Belanda, Guus Hiddink, yang kala itu juga merangkap pelatih timnas Rusia dan hanya dikontrak setengah musim oleh Chelsea. Setengah musim di Chelsea, Hiddink sukses mengangkat dan memberi semangat para pemain Chelsea hingga menjuarai FA cup musim 2008/09. Akhir musim, Chelsea sebenarnya berminat menambah kontrak Hiddink, namun ditolak karena sang pelatih harus fokus ke timnas Rusia.

Musim berikutnya, datanglah Carlo Ancelotti, juru racik hebat asal Italia. Mantan pelatih AC Milan tersebut sukses memberikan prestasi di musim perdananya, namun di musim keduanya, Carletto, julukan Ancelotti, tidak memberikan trofi dan tanpa ampun, didepak oleh big boss dan digantikan oleh pelatih muda, Andre Villas Boaz.

Hanya setengah musim, Villas Boaz dipecat oleh Roman kembali karena hasil negatif yang menimpa Chelsea di beberapa laga dan digantikan oleh Roberto Di Matteo, pelatih asal Italia. Hanya setengah musim di Chelsea, RDM sukses membawa Chelsea menjuarai 2 ajang. Dan hebatnya lagi, Chelsea mampu mengangkat trofi UCL 2012, prestasi yang sangat diinginkan Roman. Musim berikutnya 2012/13, RDM dipecat setelah Chelsea alami hasil buruk di beberapa laga dan digantikan Rafael "Rafa" Benitez dan dikontrak hanya setengah musim. Fans Chelsea sangat membenci Rafa karena komentar buruknya atas Chelsea ketika melatih Liverpool. Hasilnya? Rafa sukses membawa Chelsea juara UEL dan membuat para fans Chelsea luluh kepadanya. Meskipun begitu, Roman memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Rafa dan kembali melirik pelatih idamannya, Jose Mourinho.

Musim berikutnya, Jose Mourinho bersedia melatih Chelsea, tetapi dia tidak berjanji akan langsung memberikan trofi di musim perdananya di periode kedua bersama Chelsea (2013/14). Di situlah Roman Abramovich "bertobat" dan "menyerahkan" Chelsea kepada Mourinho. Musim 2013/14, Chelsea tanpa gelar di arahan Mou dan Roman untuk pertama kalinya tidak memecat pelatih yang gagal memberikan trofi. Musim berikutnya, Mou sukses memberikan EPL & COC 2014/15 dan membuat Roman makin yakin akan kapasitas Mourinho.

Bagaimana dengan musim ini (2015/16)? Dan bagaimana nasib Mourinho seandainya Chelsea gagal mendapat trofi? Apakah "tobatnya" Roman Abramovich hanya bersifat sementara? #CFC48
Custom Search